Rabu, 28 Desember 2011

temon magrib sank santri punk


Santri Punk
Dikota Santri Pasuruan, salah satu kota di Provinsi Jawa Timur. Lahir seorang anak Laki-laki dari keturunan darah biru yang diberikan nama Tuhfatul Falasifah yang diambil dari nama salah satu karangan kitab Hujjatul Ilam yakni Imam Ghazali. Nama itu diberikan sang Aba karena sang Aba begitu mencintai karangan-karangan atau pemikiran Imam Ghazali.Falah adalah putra ketiga dari empat bersaudara yang juga diberikan nama dari nama kitab karangan Imam Ghazali. kakak pertama bernama bidayatul Hidayah, Kakak kedua bernama Ihya’ Ulumiddin dan adiknya bernama Dzari’atus Syariah.
Sejak kecil falah dididik oleh abanya dengan keras dan disiplin. Falah merupakan anak yang pendiam dan penurut. Selama sekolah di SD, Falah sering dijaili oleh teman-temannya karena keluguhan serta keculunannya. Setelah lulus sekolah dasar, falah langsung di pondokkan di salah satu pondok pesantren salaf di sekitar kotanya sendiri. Pondok tersebut adalah pondok pesantren milik pamannya sendiri, yaitu kakak aba falah. Sehingga selama di pondok tersebut Falah melakukan tindakan seenaknya sendiri, melanggar peraturan pondok, tidak mau di hukum atas pelanggarannya, tidak pernah sekolah dan jarang di pondok. Karna tidak ada pengawasan orang tuanya. Dan para penguruspun tidak ada yang berani menegur atau menghukum perbuatannya sehingga terjadi ketidak adilan terhadap santri yang lain. Setelah setahun di pondok,  sang aba mengetahui perbuatan falah di pondok. Aba falah pun langsung memindahkan falah ke pondok yang berada di kota Probolinggo. Pondok salaf modern tepat di pinggir laut utara dan jauh dari perkota’an.
Dipondok barunya itu, perilaku falah juga belum berubah. Dia masih sering melanggar semua peraturan yang tertulis dalam buku setebal 3cm.tapi kenakalan Falah tidak mencakup pacaran dan minum-minman keras. Pondok yang begitu ketat dan disiplin membuat falah tidak betah dan menginginkan berpindah pondok kembali. Stelah bilang kepada orang tua, akhirnya falah di izinkan berpindah pondok pilihan orang tuanya di kota Malang.
Kota Malang yang begitu metropolitan tidak membuat Falah menjadi lebih baik. Falah pun terjerumus dalam dunia pacaran. Pertama kalinya falah merasakan jatuh cinta kepada salah satu teman sekolah tapi lebih tua wanita tersebut. Devi adala wanita pertama yang mengisi hatinya. Setelah berjalan 4 bulan ternyata falah hanya di permainkan dan di hinati. Penghianatan itu begitu memukul perasa’annya, membuat dirinya bingung dan kegelapan dalam fikirannya membuat langkahnya mengikuti jejak syaithon. Pada malam hari setelah dia putus dengan sang pacar pertama. Temannya mengajak falah minum minuman haram agar fikirannya tenang. Falahpun mengiyainya. Setelah dia minum, dia merenung di pinggir jalan raya dengan meratapi nasibnya. Tak lama kemudian sebuah truck yang mengangkut beberapa anak pink berhenti di sampingnya. Dan salah satu anak punk tersebut menghampirinya.
“mas.bro.. pinjam korek?” ucap anak punk
“ini..” ucap falah sambil memberikan korek
“habis minum ya mas…?bagi dong,,,???” Tanya anak punk sambil mengenmblikan korek
“iya,,, aku lagi sumpek gara-gara cewek sialan itu! Kamu anak punk ya?”falah balik bertanya
“oi… cewek… jangan di pikirin mas bro.. tuh banyak ladies punk,, gabung aja sama kami??? Kenalkan! Nama aku Kucing,, ntar lgi kita mau ke jember.. besok ada event.. kalau mau,, ayo ikuttutur kucing
Tanpa berfikir panjang lebar, falah langsung menyetujuinya. Berangkat ke jember dengan 14 teman punk barunya, Flah pun resmi menjadi anak PUNK. Selama mondok di kota malang dia tidak pernah tinggal di pondok melainkan di jalanan bersama teman-teman punknya. Hingga falah diwisuda lulus dari SMP orang tua falah tidak mengetahui kelakuan falah.
Ketika lagi ngumpul bersama teman punk. Kakek berbaju putih yang tidak dikenal olehnya memanggil falah dan berkata “falah,, tempat ini bukan tempatmu,, kehidupanmu sudah menyimpang,, pulanglah,, mintalah maaf kepada kedua orang tuamu,, ceritakan semua ini”. Setelah mendengar perkata’an kakek tersebut, hati falah langsung tersentuh dan melakukan apa yang diperintah kakek tersebut. Dia pun berpamitan kepada teman-teman punknya.
Mendengar cerita falah, Aba falah menangis dan berkata “ falah,, kenapa kamu bisa melakukan itu,,? Selama tiga tahun di pondok, apa yang kamu dapatkan? Kamu itu keturunan siapa? Tugas kamu menggantikan langkah kakek untuk bersyiar mengesakan Allah. Aba memaafkanmulebih baik kamu disini,, biar Aba bisa mengawasimu”. Tutur aba. Mendengar mendengar perkatan aba, falah hanya bisa mengangguk. Tapi setelah dapat 1bulan, hati falah merasa gunda dan bersalah. Dia pun memutuskan untuk kabur merantau dengan meninggalkan sepotong surat yang berisi “Falah akan membalas kesalahan falah, jangan cari falah. Biarkan falah mandiri dan meneruskan perjuangan dengan cara serta jalan falah sendiri.
Falah pun berangkat keyaqinan bahwa yang mengatur kehidupan hanyalah Allah. Tidak membawa bekal sepeserpun dia berangkat untuk melanjutkan sekolah dan mondok di kota Jombang. Disana dia rajin dan semangat. Falah mendirikan organisasi SANTRI PUNK yang terkenal dan banyak pengikutnya. Melalui organisasi SANTRI PUNK, falah di kenal di kalangan santri. Dia sering dijadikan ketua dalam beberapa organisasi. Dia dipercaya dan dihormati. Pengikutnya banyak dan dia dijuluki TEMON MAGRIB sang SANTRI PUNK.setelah stiga tahun di jombang dan lulus SMA, falah langsung melanjutkan ke jenjang S1,S2 dan S3.
Tepat pada umur 29tahun, falah lulus S3. Dia mendirikan rumah di kota Malang kota kesayangannya.Dengan mendapat bisyaroh undangan ceramah, gaji dosen, dia mampu mendirikan Tempat Sampah terbesar di Indonesia yang bernama Pondok Pesantren PUNK “Penggemblengan Untuk Ningkatkan Keimanan”. Setiap tahun semakin banyak anak punk yang ingin mengganti statusnya dengan nama Santri Punk. Tempat Sampah itu semakin besar setelah dia menikah dengan putri seorang kaya raya ketika falah berumur 23tahun.
Falah merindukan keluarganya, dia pun pergi dengan membawa istrinya untuk menemui sang orang tua dan keluarga yang merindukannya karna sudah 15 tahun tidak bertemu. Kemudian falah mengajak seluruh keluarganya ke kota malang untuk melihat tempat inggalnya. Sesampai di rumahnya Aba falah berucap “ Masya Allah,, inikah jalan yang kau maksud??? Sungguh tidak aba fikir jika tujuan kamu seperti ini,, kami semua bangga dengan kamu,,” puji aba.
“Enggeh ba.. matur suwon… yang saya fikirkan hanyalah BAROKAH DAN RIDLALLAHU FI RIDLA WALIDAIN. Jiwa Setan, Raga Malaikat dan Berprinsip bagaikan Buah Durian. Itulah TEMON MAGRIB sang SANTRI PUNK”. Tutur Falah kepada aba dan keluarganya.
Nama              : Achmad Mi’yarul Ilmi
Pro/Fak            : Psikologi/ Fishum
Hp                    : 081937011911

1 komentar: