Sajak
SANTRI punk?
Tuhan..
kau beri nama
padaku
kau panggil
SANTRI PUNK pada diriku
Ku berjalan
dalam kotornya malammu
Karena aku
bingung di antara kedua kehidupan malam ini
Aku mencoba
meneguk secangkir minuman kopi
Agar aku dapat
merasakan kenikmatanmu
Dan aku
berharap dapat berfikir atas kuasamu
Engkau tuhan
dan aku hambamu
Nyamuk-nyamuk
terbang di atas kebingungan ini
Aku mulai
bertanya :
”kebingungan
ini karena aku atau takdirmu?”
Lalu aku hisap
kemakruhanmu agar ku dapat berfikir kembali
Tuhan kau anggap
aku hambamu, aku terima
Dan aku yaqini
kau tuhanku atas semua kuasamu, aku tau
Lalu perintah
dan laranganmu melilit dalam fikiranku
Dan aku harus
meyaqini takdir baik-burukmu
Yang terkadang
takdirmu membingungkanku
Kau perintahkan
kami untuk bersaudara
Tapi mengapa
harus ada permusuhan yang kau takdirkan
Kau bilang
semua hambamu harus bersatu
Tapi mengapa
kau ciptakan pengkotak-kotakan
Kau racuni kami
agar membentuk sebuah peradaban
Dan ketika
peradaban ada mengapa kau ciptakan peperangan
Kau berfirman
semua insan adalah khalifah di dunia
Atas firmanmu
kami berupaya menjadi khalifa
Tapi mengapa
saling menindas yang terjadi
Padahal kau
utamaka tali persaudaraan
Ini salah kami
atau takdirmu yang membingungkan
Kau ciptakan
untuk kami sebuah kenikmatan
Ketika aku
melakukan kenikmatan duniawi kau anggap aku melakukan dosa
Kau ciptakan
sebuah harta
Aku mencari
harta untuk nafkah keluarga kau anggap aku seraka
Aku yang salah
atau takdirmu yang membingungkan
Takdir yang
seperti apa?
Kau ciptakan
akal tuk berfikir
Lalu aku
berfikir, kau anggap aku sesat
Kau perintahkan
aku ibadah, aku ibadah kau anggap aku musyrik
Aku yang salah
atau takdirmu yang membingunggkan
TUHAN...
TAKDIR yang
seperti apa?
Yogyakarta,
29 Juli 2012 M
Jogja,
9 Ramadlan 1433 H
Achmad
Mi’yarul Ilmi
“Temon
Magrib”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar