Nama : SANTRI PUNK
Alamat : Jl : Sunan Ampel Barat I No:15
Petamanan Pasuruan
Pencetus : Achmad Mi’yarul Ilmi
Lahir : MA Al-I’dadiyyah Pon.Pes
Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang
Pengikut : + 50 Anggota
Tanggal lahir : 27 November 2009
Jargon : Berraga Setan, Berjiwa Malaikat dan Berprinsip
Durian
No.Telfon : 081937011911/ (0343) 418289
Visi :
menciptakan sebuah perdamaian dan kesejahteraan dengan menjunjung tinggi
nilai-nilai ke-islam-an dan ke-Indonesia-an serta Kemanusiaan dan Keadilan
dalam kehidupan yang lebih berperadaban.
IKRAR SANTRI PUNK
1.
Bertaqwa kepada tuhan yang maha
kuasa
2.
Akan menjaga nama baik
organisasi Santri Punk
3.
Mengamalkan nilai-nilai Aswaja
(Ahlussunnah Waljama’ah)
4.
Mengamalkan nilai-nilai
Pancasila
5.
Akan berperan aktif dalam
setiap kegiatan Santri Punk
6.
Senantiasa berprilaku baik
sesuai dengan Niat Mencari Ridla Tuhan
7.
Siap menerima sanksi apabila
melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sudah ditetapkan
Arti Lambang
Warna
1. Merah : Keberanian
2. Putih : Kesucian dan Keikhlasan
3. Hitam : Ketegasan
Bentuk
1. Lingkaran
: Kehidupan yang Mengalir (Apa adanya)
2. Pita : Ketenangan Hati
3. Kepala
: Keutamaan (Ridla Allah) yang dicari
4. Rambut Kepala :
9 rambut = Wali Songo
5. Asap Rokok :
Berdzikir Kepada Allah
6. Kaca Mata :
Bertauladan terhadap Nabi Muhammad
7. Kalung
:5 Duri = Pancasila dan Rukun Islam
8. Anting
: Menjalankan Perintah dan Menjauhi Larangan Allah
9. Jahitan Luka :
Rukun Iman
Tulisan
1. Nama Allah : Kepercayaan adanya tuhan
yaitu Allah
2. Nabi Muhammad : Kepercayaan jika Nabi Muhammad
utusan Allah
3. Kalimat Tahlil : Mengkukuhkan keimanan kepada
Allah hingga ujung rambut
4. Kalimat Syahadat : Menancapkan keyaqinan kepada Allah
dalam hati
5. Kalimat
Subhanallah : Mensyukuri ciptaan Allah
Kegiatan
1. Bakti sosial
2. Ziarah kubur
3. Sowan
(berkunjung) kepada Kyai
4. Berkarya/
berkreativitas (Musik, Drama dll)
5. Menghadiri acara
anak Punk dan Santri
6. Barjanji
7. Berkumpul/
Silaturahmi (Ngopi)
8. Latihan
Beladiri/ Kanuragan (Jam’iyah Tangkepan Sayyid Umar)
9. Thalabul Ilmi /
Mencari Ilmu kebenaran
Organisasi ini lahir
berangkat dari kegelisahan seseorang santri yang sedang mencari ilmu di Pondok
Pesantren Darul Karomah Singosari Malang. Dia bernama Achmad Mi’yarul Ilmi yang
berasal dari kota Pasuruan Jawa Timur. Ketika di Malang, kehidupannya selalu di
landa oleh sebuah konflik yang tak kunjung datang menghampirinya. Hingga dia
sempat mengalami frustasi dalam menjalankan hidup. Sampai akhirnya suatu malam
dia berkenalan dengan gerombolan anak Punk dan dia bergabung dengan anak Punk
tersebut.
Kehidupan sehari dia lakukan bersama
teman barunya dari golongan anak Punk. Mengamen, Minum Minuman keras, Mengepil,
Menghadiri Ivent Punk dll yang bersangkutan dengan Punk dia lakukan. Ketika
sudah lulus dan diwisuda dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs). Dia
dihampiri oleh seorang Kakek tua yang tak dikenalnya. Kakek itu memberikan
sebuah nasehat yang berisi kalau kehidupan sebenarnya bukanlah yang dilakukan
pada saat itu. Ketika itu hatinyapun berubah dan ia mencoba untuk menjauhi
kehidupan Punk hingga dia pindah ke Pondok Pesantren Bahrul Ulmu Tambak Beras
Jombang.
Di Pondok barunya. Dia pn sering
mengalami konflik terutama masalah dengan uang atau dunia dan dengan peraturan
pondok. Dari situ dia sering berziarah dari makam kyai ke makam kyai yang
lainnya. hingga dia menemukan jawaban kalau memang hidup ini tujuannya hanya bagaimana
seorang manusia mempergunakan kehidupannya dengan akal sebaik-baiknya. Dia pun
menggabungkan kehidupannya yang saat ini sebagai santri ang suka berziarah
dengan mendekatkan diri kepada Allah dengan kehidupan Punk dijalanan.
Dia sering menyebut dirinya adalah
seorang Santri Punk yang memang pada waktu itu nama Santri Punk baru ada di
dunia. Di sering berkarnya melalui puisi, lagu Punk yang difahami dengan faham
tasawuf. Hingga waktu ada sebuah perlombaan drama di pondoknya yang di gelar
antar osis. Dialah pakar yang membuat naskah yang berjudul Santri Punk yang
tidak lain bermula dari kehidupannya sendiri. Saat tampil drama Santri Punk
begitu banyak santri yang menyukainya, tapi juri tidak, kata-kata yang di pilih
di anggap tidak sopan untuk kalangan santri dan Santri Punk dinobatkan sebagai
juara Ketiga.
Tak hanya berhenti di Drama, dia
mengajak teman-teman pondok dan sekolahnya untuk membuat sebuah organisasi
Santri Punk mereka adalah Hibban, Nazar, Basron, Rif’at, Krisna, Husen, Muhlas,
Ayub, Muhlas dll. Yang memang bertujuannya masih belum jelas. Tapi organisasi
itu sudah muncul dan terlahir pada tanggal 27 November 2009. Hingga sekarang
organisasi SANTRI PUNK tetap ada di hati para pengikutnya dan di tangan
Pencetusnya yang sekarang kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai
Aktivis PMII.
kayaknya ada yang ngembarin tuh.......lihat di facebook...ada juga yang pake nama santri punk
BalasHapus